Teror Pelemparan Batu di Kantor Redaksi BTB: Ancaman Terhadap Kebebasan Pers di Belitung

Daerah390 Dilihat

PENADUNIATAJAM.COM – Belitung – Kantor redaksi TV Online Belitung Televisi Berita (BTB) mengalami aksi teror berupa pelemparan batu oleh orang tak dikenal pada malam Jumat, 18 April 2025.

Sebuah batu seukuran bola tenis dilemparkan ke arah jendela kaca kantor yang berlokasi di Jalan A. Yani, Kelurahan Lesung Batang, Kecamatan Tanjungpandan, Belitung.

Baca Juga:  Amin Bos Meja Goyang Ilegal di Kawasan Sungai Manggar Diduga Kebal Hukum, Aktivitas Tanpa Izin Terus Berjalan

Pimpinan Redaksi BTB, Fachruddin Victori, mengonfirmasi bahwa saat kejadian, dirinya sedang berada di luar daerah. Ia telah melaporkan insiden tersebut kepada pihak Polres Belitung.

Menurutnya, aksi ini bukan sekadar vandalisme, melainkan simbol ancaman terhadap kebebasan pers dan upaya intimidasi terhadap jurnalis yang tengah mengungkap isu-isu sensitif.

Baca Juga:  Lanud H.AS Hanandjoeddin Gelar Kontes Domba/Kambing Perdana di Belitung, Dalam Rangka HUT ke – 79 TNI Angkatan Udara

“Pelemparan batu ke jendela kantor kami merupakan simbol ancaman yang serius. Ini bisa jadi berkaitan dengan pemberitaan kami yang mungkin mengusik pihak-pihak tertentu,” ujar Fachruddin.

Ia menambahkan bahwa tindakan tersebut bertujuan menanamkan rasa takut agar media menghentikan peliputan terhadap isu-isu tertentu yang dianggap membahayakan kepentingan kelompok tertentu.

Baca Juga:  Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Belitung: SPDN Milik FR Disorot, Polisi Telusuri Jaringan Lebih Luas ?

BTB mengecam keras aksi teror ini dan menyerukan kepada aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas pelaku serta motif di baliknya.

Kejadian ini menambah daftar panjang kasus intimidasi terhadap media di Indonesia, yang dapat mengancam kebebasan pers dan demokrasi.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penyelidikan kasus ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *